~ Lampung ~
Salah satu tradisi yang cukup terkenal dari Lampung dalam menyambut Ramadhan adalah Pelangekhan. Palangekhan adalah menyucikan diri dengan cara mandi.
Menurut direktur Jung Foundation,
organisasi yang fokus di bidang pelestarian budaya Lampung, Christian
Heru, pelangekhan asal katanya adalah belangekh yang maknanya mandi
untuk menyucikan diri. Umumnya, tradisi ini berlangsung jelang Ramadan.
Intinya agar umat muslim lebih siap menjalankan ibadah di bulan puasa.
Heru mengungkapkan, umat muslim di
Lampung biasanya melaksanakan tradisi ini secara massal di lokasi-lokasi
pemandian. Misalnya di sungai, laut, sumur yang terjaga kesucian
airnya, hingga merambah ke kolam renang.
Alat-alat untuk mandi mengalami perubahan
dari masa ke masa. Dahulu, tradisi ini memerlukan bahan mandi seperti
merang atau buah limau agar orang-orang yang melakukan tradisi tersebut
benar-benar bersih secara fisik. Tapi kini, lebih banyak menggunakan
alat mandi modern seperti sabun dan lain2 karena merang dan limau sudah
mulai sulit didapat.
Palangekhan selain dilakukan secara
bersama-sama dengan mandi di sungai, juga dilakukan secara
sendiri-sendiri. Tujuan melakukan Palangekhan adalah membuang sial. Hal
tersebut dipercaya secara turun temurun.
“Ada juga yang melakukan pelangekhan
supaya segera mendapat jodoh. Tapi inti filosofinya, tetap penyucian
diri. Bahkan secara adat, setiap orang yang akan melakukan ritual ini
harus memakai pakaian adat Lampung,” ujar Heru.
Selain tradisi pelangekhan, tradisi lainnya yang mewarnai bulan Ramadhan di masyarakat Lampung adalah Pitu Likur. Masyarakat Lampung banyak yang memasang obor di depan rumah pada malam Ramadhan ke 27.