Wednesday, February 18, 2009

MENCARI BUKTI SEJARAH BANDUNG

Pagi ini ada sesuatu yang menggelitik dalam hatiku setelah minggu lalu tepatnta hari rabu tanggal 10 Februari 2009, pada sebuah pertemuan (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang dihadiri oleh bapak - bapak pejabat Dinas Pendidikan Kab. Bandung diantaranya kasi sejarah dan kasi kepurbakalaan, sesuatu yang menggelitik, beliau memberikan pernyataan yang sangat hebat yakni : " mengapa dalam pembelajaran di kabupaten bandung, banyak menggunakan buku dari luar jawa barat sehingga siswa hanya mengenal budaya, sejarah dan bangunan-bangunan di luar jawa barat khususnya kab. Bandung".
Kenapa kiranya hal ini menggelitik fikiran saya padahal sebenarnya saya secara pribadi adalah guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi, yang notabene tak ada urusan dengan sejarah budaya daerah dalam proses pembelajarannya, apalagi saya bukanlah asli dari kab. Bandung, saya orang yang sedang "Ngumbara" di Kab. Bandung tepatnya di Dayeuhkolot, yang membuat saya bertanya - tanya adalah, pernah suatu ketika saya membaca sejarah bandung yang kurang lebih intinya adalah :
  1. Kab. Bandung berdiri di bawah pengaruh Mataram dengan bupati pertama Wiraangunangun, dimana letak pemerintahan pertamanya di wilayah krapyak, yang merupakan muara sungai cikapundung dan citarum di wilayah Bandung bagian selatan.
  2. Ada sebuah artikel di HU Pikiran Rakyat (saya lupa tanggal berapa artikel itu di muat) yang menyebutkan bahwa wilayah tersebut disebut juga Bojongasih atau citeureup.
  3. Namun seiring perkembangan dan penjajahan belanda terutama setelah pembangunan jalan raya pos maka ibu kota kab. Bandung pun di pindahkan ke pinggiran sungai citarum yang sekarang kita kenal dengan wilayah alun - alun Bandung.
Pertanyaan yang paling menggelitik buat saya dari beberapa artikel dan sejarah Bandung yang pernah saya baca, dimana dan sebelahmana sebenarnya awal mula berdirinya ibu kota Kab. Bandung ini ? karena sepanjang saya tinggal di wilayah Dayeuhkolot, saya tidak menemukan sebentuk bangunan atau reruntuhan yang menandakan dahulu pernah ada sebuah bangunan megah tempat bupati Bandung memerintah, kalau dilihat dari nama wilayah saya percaya kita cocokan sekarang :
  • Dayeuhkolot : berarti kota tua dalam bahasa sunda berarti daerah ini merupakan wilayah kota dahulunya, entah kota pemerintahan atau kota niaga
  • Ada sebuah wilayah yang bernaha Kaum yang bila di wilayah tatar sunda berarti mesjid besar
  • Belum lagi terdapat makam luluhur bandung di daerah tersebut
Sekarang pertanyaan yang paling besar adalah, siapa sebenarnya yang bisa membuktikan semua itu, analisa saya hanya analisa seorang guru TIK yang ingin tahu, buka seorang sejarawan atau pun arkeolog, tugas siapa sebenarnya ? kami guru harus "ngadongeng" tentang sejarah Bandung, namun bukti sejarah yang paling dekat "katanya" dengan saya sendiri sangat susah di buktikan, karna tidak ada penggalian lebih dalam terhadap sejarah purba awal mula berdirinya Kab. Bandung, padahal ini adalah modal dasar kita untuk memperbesar dan mempertahankan budaya dan ketahanan budaya di Kab. Bandung itu sendiri.
Syukur Alhamdulillah dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung sekarang telah ada seksi bidang sejarah dan kepurbakalaan sehingga mungkin suatu ketika kita bisa melihat dimana dulu Kab. Bandung tercinta ini berdiri, dan anak cucu kita bisa melihat seperti apa sejarah ini berkembang...
Kami mendukung demi pendidikan anak bangsa.

1 comment:

  1. memang bandung mah ga ada apa2nya kaitan dengan budaya sejarah sunda- galuh-kauan-pajajaran.
    bandung teh cuma terkenal setelah ada VOC masuk- sedangkan cikal bakal sejarah mah mesti mulai dari sumedang dulu sebagai kelanjutan sejarah kerajaan sunda pajajaran.
    bandung cuma sebatas para bupati - yang nota bene kepala pemerintahannya waktu itu adalah mataram/sultan agung!!..

    ReplyDelete

Jangan Cuma Baca Komentar Dikit Juga Gak apa-apa...