Kenapa kiranya hal ini menggelitik fikiran saya padahal sebenarnya saya secara pribadi adalah guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi, yang notabene tak ada urusan dengan sejarah budaya daerah dalam proses pembelajarannya, apalagi saya bukanlah asli dari kab. Bandung, saya orang yang sedang "Ngumbara" di Kab. Bandung tepatnya di Dayeuhkolot, yang membuat saya bertanya - tanya adalah, pernah suatu ketika saya membaca sejarah bandung yang kurang lebih intinya adalah :
- Kab. Bandung berdiri di bawah pengaruh Mataram dengan bupati pertama Wiraangunangun, dimana letak pemerintahan pertamanya di wilayah krapyak, yang merupakan muara sungai cikapundung dan citarum di wilayah Bandung bagian selatan.
- Ada sebuah artikel di HU Pikiran Rakyat (saya lupa tanggal berapa artikel itu di muat) yang menyebutkan bahwa wilayah tersebut disebut juga Bojongasih atau citeureup.
- Namun seiring perkembangan dan penjajahan belanda terutama setelah pembangunan jalan raya pos maka ibu kota kab. Bandung pun di pindahkan ke pinggiran sungai citarum yang sekarang kita kenal dengan wilayah alun - alun Bandung.
- Dayeuhkolot : berarti kota tua dalam bahasa sunda berarti daerah ini merupakan wilayah kota dahulunya, entah kota pemerintahan atau kota niaga
- Ada sebuah wilayah yang bernaha Kaum yang bila di wilayah tatar sunda berarti mesjid besar
- Belum lagi terdapat makam luluhur bandung di daerah tersebut
Syukur Alhamdulillah dalam lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bandung sekarang telah ada seksi bidang sejarah dan kepurbakalaan sehingga mungkin suatu ketika kita bisa melihat dimana dulu Kab. Bandung tercinta ini berdiri, dan anak cucu kita bisa melihat seperti apa sejarah ini berkembang...
Kami mendukung demi pendidikan anak bangsa.
memang bandung mah ga ada apa2nya kaitan dengan budaya sejarah sunda- galuh-kauan-pajajaran.
ReplyDeletebandung teh cuma terkenal setelah ada VOC masuk- sedangkan cikal bakal sejarah mah mesti mulai dari sumedang dulu sebagai kelanjutan sejarah kerajaan sunda pajajaran.
bandung cuma sebatas para bupati - yang nota bene kepala pemerintahannya waktu itu adalah mataram/sultan agung!!..