Pagi ini saya mau berangkat kerja entah kenapa ada perasaan yang sedikit ngeri ngeliat baligho, spanduk, poster, stiker, dlllll, yang tertempel di spanjang jalan dari rumah ke kantor entah berapa ratus atau ribu mungkin..padahal mereka ( para caleg yang katanya pro rakyat, memikirkan nasib rakyat, ingin mensejahterakan rakyat,dan banyak lagi janji - janji lainnya) itu dengan enak dan gampangnya memasang spanduk famplet, baligho, stiker dimana saja.
Pepohonan dipaku biar spanduk dan balighonya tertempel, rumah, warung, pos ronda, toko - toko temboknya kotor oleh stiker dan poster, rasanya bukan tambah bersih malah tambah kotor.
Jadi dimana janji yang terus mereka umbar itu, bahkan mereka menempelkan segala pernak perniknya pun tampa ijin, coba kita liat di tembok luar rumah kita....pernahkan yang menempelkan gambar caleg itu minta ijin dulu kepada pemilik rumah?atau bahkan nyewa space di tembok kita untuk merak pasangi gambar meraka yang penuh senyum dan manis sekali wajahnya itu, padahal wajah manis dan senyumannya telah mengotori tembok, pagar, bahkan jalanan di seluruh kota di indonesia, dari mulai pilkada tingkat I, tingkat II, Pemilu legislatif bahkan mungkin nanti pemilu presiden, pasti kita masih akan menyaksikan rumah kita, dinding luar dan pagar menjadi space iklan baru.
Selamat pemilu & setelah selesai siap - siap untuk nyewa tukang bersihin semua kotoran bekas pemilu itu dan ngecet lagi rumah kita "Tanpa ada ganti rugi dari siapa pun"....
Caleg....caleg....ada - ada aja kerjaan mu, belum juga kerja udah nyusahin.....
tapi mudah - mudahan aja masih ada yang mikir bahwa mereka telah membuat kita semua ikut pusing....
menurut anda?
No comments:
Post a Comment
Jangan Cuma Baca Komentar Dikit Juga Gak apa-apa...