- Hubungan Dengan Sesama Mahluk
- Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust - ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb... kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
- Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
- Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada)
- Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun).
- Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya --> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb).
- Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
- Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
- Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb).
- Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama).
Cerita hidup hanya akan berhenti bila kehidupan itu pun berhenti, namun cerita itu akan tetap berjalan bila dalam kehidupan kita memiliki alur yang baik.
Saturday, August 4, 2012
Paribasa Kolot Baheula
Paribasa
atau pepatah yang sudah diinformasikan secara lisan turun temurun dari
para leluhur (karuhun) untuk bekal menjalani kehidupan.
Orang Baduy Tuntut Agamanya Diakui
Masyarakat
Suku Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,
secara turun-temurun memeluk Agama Sunda Wiwitan, tanpa diusik siapa
pun, termasuk oleh pemerintah. Namun, kebebasan itu nampaknya tidak
lantas membuat warga pedalaman itu puas. Mereka pun menggugat agar
agamanya diakui secara legal formal dan dicantumkan dalam kartu tanda
penduduk (KTP) masyarakat komunitas adat itu.
"Saat
ini pemerintah belum mengakui Sunda Wiwitan sebagai agama atau
kepercayaan sebagian warga masyarakat Baduy Lebak, padahal kepercayaan
sudan lama kami anut," kata Kepala Pemerintahan Adat Baduy, Daenah,
beberapa waktu lalu.
Daerah,
yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak
itu, mengaku bingung dengan sikap pemerintah hanya mengakui enam agama
ditambah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Masyarakat
Baduy sangat keberatan setelah Pemerintah Kabupaten Lebak tidak lagi
memperbolehkan dicantumkan agama Sunda Wiwitan pada identitas KTP
dengan alasan tak memiliki dasar hukum.
Pemerintah
hanya mengakui enam agama yang dianut warga Indonesia pada identitas
KTP, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu
Cu.
Masyarakat
Baduy yang berjumlah 12.000 jiwa sejak 1972 hingga 2010 masih
mencantumkan pada KTP agama kepercayaan Sunda Wiwitan, namun pada 2011
pencantuman agama itu tidak lagi ada dalam kartu indentitas tersebut.
"Kami
sangat keberatan sebagai warga Indonesia dengan tidak diakui agama
kepercayaan Sunda Wiwitan secara tertulis dan tercantum pada KTP, dan
sampai sekarang belum ada penjelasan ’penghilangan agama’ dalam KTP
itu," katanya.
Karena
itu, kata dia, pihaknya dengan Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy
(Wammby) mendatangi Kantor Jenderal Administrasi Kependudukan
Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.
Pegagan Pembawa Umur Panjang
JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap
orang pasti ingin tetap sehat meski usia bertambah. Untuk hal ini, Anda
bisa memanfaatkan pegagan. Selain mampu meningkatkan kerja organ,
tanaman merambat ini juga baik untuk memperlambat risiko kepikunan. Bangsa Asia, terutama China, terkenal dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan mempertahankan umur panjang. Pegagan (daun, batang, dan akarnya) termasuk yang sering dikonsumsi orang China untuk tujuan itu, sebagai lalapan atau bahan baku sayur. Itu karena pegagan dipercaya memiliki khasiat sehat dan panjang umur. Di Indonesia, tanaman bernama Latin Centella asiatica L ini cukup dikenal. Orang Jawa menyebutnya antanan atau ganggagan, sedangkan orang Sunda menamakannya antanan gede. Masyarakat secara tradisional memakainya untuk pengobatan. Tanaman ini bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, diramu, dimasak, atau dijus. Pegagan lebih suka tempat yang lembab, di sekitar pekarangan rumah atau di sepanjang tepi sungai. Tanaman daerah tropis ini berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak, beruas, dan menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. |
SPESIES BAMBU DUNIA ADA DI JABAR
http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2569307584729180518#editor/target=post;postID=8794949071054872992
Dengan kekayaan bambunya, tak mengherankan bila masyarakat Sunda sangat akrab dalam memanfaatkan bambu di masa lalu. Namun, setelah makin banyak lahan bambu ditebang dan diubah fungsinya menjadi permukiman serta dorongan kehidupan modern Barat yang memperkenalkan plastik dan lain-lain, bambu lambat laun ditinggalkan masyarakat Sunda.
"Sebelum tahun 1960-an, penggunaan bambu oleh masyarakat Sunda masih cukup banyak dan tampak. Tetapi, setelah tahun 1960-an mulai banyak bahan lain masuk untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga, dan lainnya," kata Jatnika.
Jatnika menyayangkan masyarakat Sunda yang meninggalkan budaya bambu di zaman modern. "Padahal, masyarakat Sunda sudah berabad-abad menggunakan bambu dan memiliki pengalaman yang cukup baik dalam memanfaatkan bambu. Banyak di antara pengalaman tersebut belum dapat dijelaskan. Andai saja budaya bambu tidak ditinggalkan dan teknologi serta penelitian mengenai bambu ditingkatkan, makin banyak pengalaman leluhur yang bisa dijelaskan secara logika dan makin menyejahterakan masyarakat," tuturnya.
Halal – Haram Bahasa Jurnalistik
1. Lalu : Setelah Myanmar, lalu Kamboja menjadi korban Timnas Indonesia pada kejuaraan piala AFF kemarin.
2. Kini : Kini, pemerintah tengah mengkaji keputusannya untuk menurunkan harga solar.
3. Sekitar : Sekitar 200 mahasiswa UIN melakukan aksi mogok makan akibat naiknya biaya kuliah.
4. Agar : Para mahasiswa menuntut agar rektorat menurunkan biaya kuliah.
5. Tapi : Tapi pihak rektorat beralasan, biaya kuliah tidak dapat diturunkan karena membengkaknya anggaran dasar kampus.
6. Jika : Pihak rektorat khawatir jika biaya kuliah diturunkan, maka berdampak pada penurunan kualitas akademik.
7. Hingga : Saat ini, para mahasiswa masih melakukan aksinya hingga pihak rektorat bersedia memenuhi tuntutan mereka.
8. Meski : Meski para mahasiswa beraksi, pihak rektorat bersikukuh tidak menurunkan biaya kuliah.
9. Walau : Walau cuaca hujan, mahsiswa terus berdemonstrasi.
10. Tak : Pihak rektorat tak bergeming oleh aksi yang dilakukan para mahasiswa.
11. Makin : Aparat keamanan makin banyak diturunkan demi mengamankan jalannya aksi mahasiswa.
12. Kaget : Para wartawan yang tengah meliput kaget, karena besarnya aksi yang dilakukan mahasiwa.
13. Amat : Dalam aksinya, para mahsiswa berperilaku amat tertib sehingga tidak terjadi bentrok fisik.
Budaya Sunda
KARAKTERISTIK BUDAYA
Dalam
karakteristik budaya sunda sendiri memiliki kemampuan-kemampuan yang
menjadikannya sebagai daya hidup bagi masyarakatnya, yang diantaranya
seperti : Kemampuan berkoordinasi dan berorganinasi, dimaknai sebagai
kemampuan berinteraksi secara sosial. Kemampuan beradaptasi, dimaknai
sebagai kemampuan kesadaran untuk secara kreatif mengatasi tantangan
keadaan, tantangan zaman dan tantangan berbagai ragam pergaulan.
Kemampuan mobilitas, dimaknai sebagai kemampuan untuk dengan kreatif
menciptakan mobilitas sosial, politik, dan ekonomi, baik yang bersifat
horizontal maupun vertikal. Kemampuan tumbuh dan berkembang, diartikan
sebagai kemampuan kesadaran untuk selalu maju, selalu bertambah luas dan
dalam wawasan-nya selalu menawarkan pemikiran-pemikiran yang segar dan
baru Kemampuan regenerasi, dimaknai sebagai kemampuan untuk mendorong
munculnya generasi baru yang kreatif dan produktif.
Di
samping daya hidup, unsur lain lagi yang juga penting dalam suatu
kebudayaan adalah mutu hidup. Mutu hidup bukanlah merupakan kesempurnaan
tetapi lebih dimaknai sebagai kebiasaan. Adapun kebisaan dalam hidup
manusia merupakan kolaborasi harmonis dari tiga aspek, yakni :
Nadoman, Berdakwah dengan Nyanyian
Eling-eling masing eling. Rumingkang di bumi alam. Darma wawayangan wae. Raga taya pangawasa. Lamun kasasar lampah. Napsu nu matak kaduhung. Badan anu katempuhan.
**
Tidak mudah menelusuri jejak kapan
mulai munculnya nadoman di tatar Sunda. Nadoman dikategorikan sastra
lisan yang hidup di tengah masyarakat tanpa diketahui siapa dan kapan
ditulis. Ia bersifat anonim. Dalam sastra lisan, karya itu milik semua
orang. Itu sebabnya, sulit menelusuri sejarah nadoman.
Pada pertengahan abad XX, nadoman menjadi
sarana dakwah dan penyebaran ilmu agama yang efektif. Tidak hanya kiai
atau ajengan yang bisa melakukannya, para ustaz di musala di
kampung-kampung juga bisa membuatnya. Baik lagu bebas yang dalam istilah
karawitan disebut “kawih”, maupun lagu terikat seperti “tembang” atau
“dangding”. Di masyarakat, nadoman ini kemudian lebih dikenal sebagai
pupujian.
Sejumlah
nadoman dari masa itu masih hidup hingga hari ini, di antaranya adalah
“Pepeling” yang ditulis oleh Aria Bratawidjaja seperti yang ditulis di
awal artikel ini. Teks pupujian ini tercatat dalam buletin Al Mawaidz
No.1 Th. 1 tahun 1933. Pupujian ini masih populer hingga sekarang,
sekalipun dari keseluruhan 45 bait hanya dua-tiga bait yang masih
diingat.
Taudz Pakarang Manusa
Ku : Ust.Djono Abdulrrahman
Nu disebat kalimah taudz teh nya eta kalimah anu diparentahkeun ku Allah SWT sangkan diaos ku sing saha anu bade ngaos Al Qur’an, sanaos mung saayat. Eta parentah kaunggel dina surat An Nahl ayat 98 : Fasidzaa qoro’tal qur’aana fasta’idz billai minasysyaithoonirojiim. Hartosna dimana anjeun rek maca Qur’an, mangka anjeun kudu nyuhunkeun panyalindungan ka ALLOH tina panggoda syetan nu dilaknat (dipecat tina rokhmat). Kalimah Taudz the aya dua rupi; Kalimah anu ka hiji , numutkeun hadits riwayat Imam Ahmad sareng Imam Turmudzi, diriwayatkeun ku Imam Abu Daud sareng Imam Nasya’I nu pihartoseunanana : Katampi ti sahabat Abu Syaid al Hudri , ti Kangjeng Nabi Muhammad SAW saestuna anjeun (kj Nabi) sapertos biasa dina sholat sok ngaos doa Iftitah, lajeng Auuzdu billahi sami’il allimi minassysyaithoo nirrojimi min hamdziyi wa nafhihi wa nafsihi, “abdi sumalindung ka gusti Allah nu maha nyandangan, maha uninga tina gogoda syetan nu la’nat (dipecat tina rokhmat), tina fitnahna, tina kagumedeanana sareng tina kakuatan sihirna.”
Beusi dina Ayat Allah
Ku Irfan Anshory
“Jeung Kami lungsurkeun beusi, dina éta téh aya kakuatan rongkah jeung rupa-rupa mangpaat pikeun manusa.”
(Al-Qur’an, Surah Al-Hadid 25)
AYEUNA urang nyawala ngeunaan logam. Duka naon kecap asli Sunda atawa
Malayu pikeun nyebutkeun logam téh, boa-boa teu aya, da kecap “logam”
mah dicandak ku karuhun urang tina basa Arab, lugham, nu kecap dasarna,
laghama (“ngali”), sabab sakabéh logam téh meunang ngali tina jero bumi.
Tah, aya hiji Surah dina Al-Qur’an nu nganggo nami logam, nyaéta Surah
Al-Hadid, hartina “beusi”. Nu matak luyu pisan masigit dina kompléks
Krakatau Steel di Cilegon (Banten) dingaranan Masjid Al-Hadid.
Dina Surah Al-Hadid ayat 25, Allah ngadawuh: wa anzalnaa l-hadiid.
Sanajan kecap anzal téh hartina “ngalungsurkeun”, réréana jurutapsir
Al-Qur’an rada hésé narjamahkeun anzal dina ieu ayat. Ari margina, nu
seueur disebatkan ku Gusti nganggo kecap anzal mah biasana “cai” (anzalnaa l-maa’) atanapi “kitab” (anzalnaa l-kitaab).
Tah, ayeuna beusi. Lamun ditarjamahkeun “Jeung Kami lungsurkeun beusi”,
kumaha nétélakeunana beusi lungsur téh. Asa tacan mendak aya beusi
ragrag ti luhur. Apan beusi téh hasil kokoréh manusa tina jero taneuh.
Friday, June 8, 2012
KRONOLOGI SEJARAH SUNDA
Kata
Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu
yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/
watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak /
karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener
(benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah
ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad
ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000
tahun.
Sunda
merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau
Jawa dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia.
Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya
peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di
Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh,
Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan
kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan
ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda
telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya
Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan
Cirebon, Kerajaan Banten, dll.
Kronologi Sejarah Kerajaan Sunda
SEJARAH SUNDA DAN GALUH
Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh adalah dua kerajaan yang merupakan pecahan dari Kerajaan Tarumanagara. Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1513), disebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Keterangan mengenai keberadaan kedua kerajaan ini juga terdapat pada beberapa prasasti. Prasasti di Bogor banyak bercerita tentang Kerajaan Sunda sebagai pecahan Tarumanagara, sedangkan prasasti di daerah Sukabumi bercerita tentang keadaan Kerajaan Sunda sampai dengan masa Sri Jayabupati.
Berdirinya kerajaan Sunda dan Galuh
Pembagian Tarumanagara
Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman jaman Purnawarman yang berkedudukan di purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 M, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, pendiri Kerajaan Galuh, untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa.
Karena Putera Mahkota Galuh berjodoh dengan Parwati puteri Maharani Shima dari Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batas.
Monday, May 28, 2012
MISTERI HANTU
Kisah misteri sangat digemari. Apalagi kalau melibatkan hantu. Banyak yang tidak percaya, tetapi tak sedikit yang percaya adanya hantu. Yang takut mungkin lebih banyak walau tidak percaya.
Di Amerika fenomena hantu ditelaah secara terbuka. Ada yang bilang, mereka punya sifat seperti manusia, ada yang baik, ada yang buruk. Bahkan sebenarnya, kita bisa ”hidup damai” bersama para hantu.
Tukang jual nasi goreng hilang! Hilangnya di sebuah rumah kosong yang sudah porak-poranda di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta, yang dipercaya sebagai rumah berhantu. Masyarakat Ibu Kota pun geger. Orang dari berbagai sudut kota berduyun-duyun datang sekadar melihat wujud bangunan itu. Jalan di seputaran Pondok Indah itu jadi macet. Polisi sigap melingkarkan police line di sekeliling rumah dan melarang siapa pun masuk ke dalam. Celakanya, itu justru bikin penasaran.
Benarkah rumah yang sedang dalam sengketa itu dihuni hantu? ”Percaya enggak percaya sih,” begitu umumnya jawaban pengunjung. Tak cuma orang awam, beberapa paranormal tampak mondar-mandir. Mereka rupanya penasaran dan menjajal kedigdayaan supranaturalnya, menelisik keberadaan hantu.
Tampak seorang wanita paranormal mengeluarkan batu kristalnya, konon untuk mendeteksi keberadaan makhluk halus di situ. ”Benarkah ada hantu?” berondong orang yang merubungnya. ”Banyak,” jawabnya tak acuh sembari ngeloyor pergi.
Sebagaimana dilansir oleh banyak media Ibu Kota, heboh rumah hantu itu berawal dari (konon) raibnya penjual nasi goreng. Alkisah si tukang nasi goreng itu mendapat pesanan dari penghuni rumah itu. Anehnya, ia tidak kunjung kembali setelah mengantar pesanan. Ia lenyap bak ditelan bumi. Temannya, sesama penjual nasi goreng, hanya menemukan gerobaknya parkir di depan rumah kosong itu.
Tanpa embusan cerita itu, beberapa tempat di Jakarta sudah dipercaya sebagai tempat berhantu. Majalah Seru, edisi 16-29 Oktober 2002 mengungkap Stasiun Kota, misalnya, ditunggui oleh para ”serdadu asing”. Konon di sana sering terdengar suara aba-aba tentara yang tengah berbaris dan berbicara dalam bahasa Belanda.
Ekperimen Memecahkan Misteri “Partikel Tuhan”?
“Large Hadron Collider adalah cincin “Akselerator Partikel” dan “Atom-Smasher” raksasa yg dibuat oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) dengan panjang keliling 27 km yg terletak pd kedalaman 175 meter dibawah tanah. Dibangun diantara perbatasan Perancis dan Swiss, cincin itu sendiri terdiri dari 9300 kumparan magnet superkonduktif dengan berat berton-ton yg dirangkai seperti sosis dan kemudian didinginkan dengan sekitar 96 ton helium cair.
Sampai saat ini Proyek LHC melibatkan sekitar 7000 org Ahli Fisika Partikel (hampir separo dari semua ahli fisika partikel di seluruh dunia) dari 80 negara dan telah menghabiskan biaya sekitar USD 5,8 miliar (sekitar Rp 53,3 triliun). Dan direncanakan pada bulan Agustus ini mesin tersebut mulai dinyalakan.
Cara Kerja LHC adalah :
Dunia Mahluk Halus
Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku.
Bagi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai metafisika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. Dibawah ini digambarkan informasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana ( lebih dari satu dunia ) paling tidak yang terjadi ditanah Jawa.
Banyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia.
Di dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. Mahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. Dari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani.
Penduduk dari 6 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya (badan Cahya) atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus – wong alus – mahkluk yang tidak kelihatan.
Di 6 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. Keadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro (Jawa halus)
Sepuluh Peradaban Kota Yang Hilang
1. Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Machu Picchu (Gunung Tua) adalah sebuah lokasi reruntuhan Inca pra-Columbus yang terletak di wilayah pegunungan pada ketinggian sekitar 2.350 m. Machu Picchu berada di atas lembah Urubamba di Peru, sekitar 70 km barat laut Cusco.
Machu Picchu (Peru) : the lost city of Incas
Subscribe to:
Posts (Atom)