Saturday, August 4, 2012

Makanan Yang Dapat Meningkatkan Efisiensi Otak Anda



nutrisi untuk otak
Menurut banyak survei yang telah dilakukan sampai sekarang, memiliki sarapan yang tepat dapat meningkatkan memori, meningkatkan konsentrasi dan cenderung untuk meningkatkan efisiensi otak anda.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar penelitian menyatakan bahwa makan asam lemak omega-3 sangat penting untuk memfungsikan dan untuk perkembangan otak karena dapat meningkatkan memori dan konsentrasi serta melindungi dari serangan jantung. Makanan kaya asam lemak omega-3 adalah : ikan (terutama ikan sarden, salmon, makarel, dll), biji rami, kacang, krokot, dll.

Roti, sereal, pasta, yang diperlukan untuk tubuh setiap hari juga dapat mengurangi risiko pembentukan kolesterol dan merupakan "bahan bakar" utama dari otak.

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan



Manfaat Puasa Untuk Kesehatan
Selama ribuan tahun, puasa adalah suatu bentuk ibadah yang lazim dilakukan oleh manusia. Kita bisa melihat catatan sejarah yang merekam praktik puasa sebagai ritual yang dipercaya, bisa memberi kesehatan bahkan keabadian. Orang Mesir Kuno percaya bahwa kelebihan makan bisa mendatangkan penyakit sehingga perlu dilakukan pengurangan asupan makanan ke dalam tubuh, yaitu dengan praktik puasa. Selain itu, Phytagoras, seorang filsuf Yunani Kuno, percaya bahwa berpuasa bisa memurnikan pikiran manusia karena puasa bisa menghilangkan racun dari tubuh. Belum lagi, kepercayaan orang-orang Inca di Peru dan suku-suku asli Amerika lainnya yang melakukan puasa sebagai bentuk penebusan dosa.Pada kehidupan modern, puasa sebagai bentuk ibadah dapat ditemukan pada empat agama besar dunia, yaitu Islam, Kristen, Yahudi, dan Buddha.

Fungsi, Mitos Dan Fakta Tentang Air



Air merupakan zat alami yang menakjubkan, dimana sebagian besar unsur kehidupan terbuat dari air. Air menyusun 75% otak, menyusun 83% darah, menyusun 75% otot dan menyusun 22% tulang. Fungsi air yang lain adalah untuk mengatur suhu tubuh, mengangkut nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh, melembabkan oksigen dalam sistem pernafasan, membantu mengubah makanan menjadi energi, melindungi organ-organ tubuh, membantu penyerapan nutrisi, menjadi bantalan sendi dan membuang hasil metabolisme tubuh yang tidak diperlukan lagi. Maka itu, tidak mengherankan bila banyak penafsiran tentang air putih, terutama dalam hal khasiatnya tentang kesehatan.

Dari sejumlah besar mitos dan fakta tentang air putih yang selama ini beredar di masyarakat, ada lima hal yang pastinya sering kita dengar. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Siapa Penemu Tangga Nada Solmisasi – Notasi Musik?



Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.
Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-André Villoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.

Paribasa Kolot Baheula

Paribasa atau pepatah yang sudah diinformasikan secara lisan turun temurun dari para leluhur (karuhun) untuk bekal menjalani kehidupan.
  1. Hubungan Dengan Sesama Mahluk 
    • Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust - ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb... kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
    • Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
    • Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada)
    • Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun).
    • Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya --> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb).
    • Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
    • Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
    • Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb).
    • Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama).

Orang Baduy Tuntut Agamanya Diakui

Masyarakat Suku Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, secara turun-temurun memeluk Agama Sunda Wiwitan, tanpa diusik siapa pun, termasuk oleh pemerintah. Namun, kebebasan itu nampaknya tidak lantas membuat warga pedalaman itu puas. Mereka pun menggugat agar agamanya diakui secara legal formal dan dicantumkan dalam kartu tanda penduduk (KTP) masyarakat komunitas adat itu.
"Saat ini pemerintah belum mengakui Sunda Wiwitan sebagai agama atau kepercayaan sebagian warga masyarakat Baduy Lebak, padahal kepercayaan sudan lama kami anut," kata Kepala Pemerintahan Adat Baduy, Daenah, beberapa waktu lalu.
Daerah, yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak itu, mengaku bingung dengan sikap pemerintah hanya mengakui enam agama ditambah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Masyarakat Baduy sangat keberatan setelah Pemerintah Kabupaten Lebak tidak lagi memperbolehkan dicantumkan agama Sunda Wiwitan pada identitas KTP dengan alasan tak memiliki dasar hukum.
Pemerintah hanya mengakui enam agama yang dianut warga Indonesia pada identitas KTP, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.
Masyarakat Baduy yang berjumlah 12.000 jiwa sejak 1972 hingga 2010 masih mencantumkan pada KTP agama kepercayaan Sunda Wiwitan, namun pada 2011 pencantuman agama itu tidak lagi ada dalam kartu indentitas tersebut.
"Kami sangat keberatan sebagai warga Indonesia dengan tidak diakui agama kepercayaan Sunda Wiwitan secara tertulis dan tercantum pada KTP, dan sampai sekarang belum ada penjelasan ’penghilangan agama’ dalam KTP itu," katanya.
Karena itu, kata dia, pihaknya dengan Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (Wammby) mendatangi Kantor Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

Pegagan Pembawa Umur Panjang


Pegagan bernama Latin Centella asiatica L. Orang Jawa menyebutnya antanan atau ganggagan, sedangkan orang Sunda menamainya antanan gede. Bangsa Asia, terutama China, terkenal dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan mempertahankan umur panjang.
JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap orang pasti ingin tetap sehat meski usia bertambah. Untuk hal ini, Anda bisa memanfaatkan pegagan. Selain mampu meningkatkan kerja organ, tanaman merambat ini  juga baik untuk memperlambat risiko kepikunan.

Bangsa Asia, terutama China, terkenal dengan kemampuan meramu tanaman obat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan mempertahankan umur panjang. Pegagan (daun, batang, dan akarnya) termasuk yang sering dikonsumsi orang China untuk tujuan itu, sebagai lalapan atau bahan baku sayur. Itu karena pegagan dipercaya memiliki khasiat sehat dan panjang umur.

Di Indonesia, tanaman bernama Latin Centella asiatica L ini cukup dikenal. Orang Jawa menyebutnya antanan atau ganggagan, sedangkan orang Sunda menamakannya antanan gede. Masyarakat secara tradisional memakainya untuk pengobatan. Tanaman ini bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, diramu, dimasak, atau dijus.

Pegagan lebih suka tempat yang lembab, di sekitar pekarangan rumah atau di sepanjang tepi sungai. Tanaman daerah tropis ini berbunga sepanjang tahun. Bentuk daunnya bulat, batangnya lunak, beruas, dan menjalar hingga bisa mencapai semeter tingginya. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah daunnya.

SPESIES BAMBU DUNIA ADA DI JABAR


ImageBandung, Kompas - Bambu menjadi ikon Jawa Barat. Hal ini tidak berlebihan karena Jabar menjadi daerah asal sebagian besar bambu di dunia. Sayang, budaya bambu di Jabar tergerus modernisme Barat sehingga keunggulan bambu lambat laun terkikis. Adapun teknologi di bidang bambu belum banyak memberikan solusi. Menurut pengurus harian Yayasan Bambu Indonesia, Jatnika, Jumat (27/7), ada 127 spesies bambu di dunia. Indonesia memiliki 105 spesies. Dari 127 spesies bambu di dunia, sebanyak 90 spesies merupakan spesies asli Jabar.
http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2569307584729180518#editor/target=post;postID=8794949071054872992

Dengan kekayaan bambunya, tak mengherankan bila masyarakat Sunda sangat akrab dalam memanfaatkan bambu di masa lalu. Namun, setelah makin banyak lahan bambu ditebang dan diubah fungsinya menjadi permukiman serta dorongan kehidupan modern Barat yang memperkenalkan plastik dan lain-lain, bambu lambat laun ditinggalkan masyarakat Sunda.

"Sebelum tahun 1960-an, penggunaan bambu oleh masyarakat Sunda masih cukup banyak dan tampak. Tetapi, setelah tahun 1960-an mulai banyak bahan lain masuk untuk membuat rumah, peralatan rumah tangga, dan lainnya," kata Jatnika.

Jatnika menyayangkan masyarakat Sunda yang meninggalkan budaya bambu di zaman modern. "Padahal, masyarakat Sunda sudah berabad-abad menggunakan bambu dan memiliki pengalaman yang cukup baik dalam memanfaatkan bambu. Banyak di antara pengalaman tersebut belum dapat dijelaskan. Andai saja budaya bambu tidak ditinggalkan dan teknologi serta penelitian mengenai bambu ditingkatkan, makin banyak pengalaman leluhur yang bisa dijelaskan secara logika dan makin menyejahterakan masyarakat," tuturnya.

Halal – Haram Bahasa Jurnalistik


1. Lalu : Setelah Myanmar, lalu Kamboja menjadi korban Timnas Indonesia pada kejuaraan piala AFF kemarin.
2. Kini : Kini, pemerintah tengah mengkaji keputusannya untuk menurunkan harga solar.
3. Sekitar : Sekitar 200 mahasiswa UIN melakukan aksi mogok makan akibat naiknya biaya kuliah.
4. Agar : Para mahasiswa menuntut agar rektorat menurunkan biaya kuliah.
5. Tapi : Tapi pihak rektorat beralasan, biaya kuliah tidak dapat diturunkan karena membengkaknya anggaran dasar kampus.
6. Jika : Pihak rektorat khawatir jika biaya kuliah diturunkan, maka berdampak pada penurunan kualitas akademik.
7. Hingga : Saat ini, para mahasiswa masih melakukan aksinya hingga pihak rektorat bersedia memenuhi tuntutan mereka.
8. Meski : Meski para mahasiswa beraksi, pihak rektorat bersikukuh tidak menurunkan biaya kuliah.
9. Walau : Walau cuaca hujan, mahsiswa terus berdemonstrasi.
10. Tak : Pihak rektorat tak bergeming oleh aksi yang dilakukan para mahasiswa.
11. Makin : Aparat keamanan makin banyak diturunkan demi mengamankan jalannya aksi mahasiswa.
12. Kaget : Para wartawan yang tengah meliput kaget, karena besarnya aksi yang dilakukan mahasiwa.
13. Amat : Dalam aksinya, para mahsiswa berperilaku amat tertib sehingga tidak terjadi bentrok fisik.

Budaya Sunda

KARAKTERISTIK BUDAYA
Dalam karakteristik budaya sunda sendiri memiliki kemampuan-kemampuan yang menjadikannya sebagai daya hidup bagi masyarakatnya, yang diantaranya seperti : Kemampuan berkoordinasi dan berorganinasi, dimaknai sebagai kemampuan berinteraksi secara sosial. Kemampuan beradaptasi, dimaknai sebagai kemampuan kesadaran untuk secara kreatif mengatasi tantangan keadaan, tantangan zaman dan tantangan berbagai ragam pergaulan. Kemampuan mobilitas, dimaknai sebagai kemampuan untuk dengan kreatif menciptakan mobilitas sosial, politik, dan ekonomi, baik yang bersifat horizontal maupun vertikal. Kemampuan tumbuh dan berkembang, diartikan sebagai kemampuan kesadaran untuk selalu maju, selalu bertambah luas dan dalam wawasan-nya selalu menawarkan pemikiran-pemikiran yang segar dan baru Kemampuan regenerasi, dimaknai sebagai kemampuan untuk mendorong munculnya generasi baru yang kreatif dan produktif.
Di samping daya hidup, unsur lain lagi yang juga penting dalam suatu kebudayaan adalah mutu hidup. Mutu hidup bukanlah merupakan kesempurnaan tetapi lebih dimaknai sebagai kebiasaan. Adapun kebisaan dalam hidup manusia merupakan kolaborasi harmonis dari tiga aspek, yakni :

Nadoman, Berdakwah dengan Nyanyian


Eling-eling masing eling. Rumingkang di bumi alam. Darma wawayangan wae. Raga taya pangawasa. Lamun kasasar lampah. Napsu nu matak kaduhung. Badan anu katempuhan.
**
Tidak mudah menelusuri jejak kapan mulai munculnya nadoman di tatar Sunda. Nadoman dikategorikan sastra lisan yang hidup di tengah masyarakat tanpa diketahui siapa dan kapan ditulis. Ia bersifat anonim. Dalam sastra lisan, karya itu milik semua orang. Itu sebabnya, sulit menelusuri sejarah nadoman.
Pada pertengahan abad XX, nadoman menjadi sarana dakwah dan penyebaran ilmu agama yang efektif. Tidak hanya kiai atau ajengan yang bisa melakukannya, para ustaz di musala di kampung-kampung juga bisa membuatnya. Baik lagu bebas yang dalam istilah karawitan disebut “kawih”, maupun lagu terikat seperti “tembang” atau “dangding”. Di masyarakat, nadoman ini kemudian lebih dikenal sebagai pupujian.
Sejumlah nadoman dari masa itu masih hidup hingga hari ini, di antaranya adalah “Pepeling” yang ditulis oleh Aria Bratawidjaja seperti yang ditulis di awal artikel ini. Teks pupujian ini tercatat dalam buletin Al Mawaidz No.1 Th. 1 tahun 1933. Pupujian ini masih populer hingga sekarang, sekalipun dari keseluruhan 45 bait hanya dua-tiga bait yang masih diingat.

Taudz Pakarang Manusa

Ku : Ust.Djono Abdulrrahman

Nu disebat kalimah taudz teh nya eta kalimah anu diparentahkeun ku Allah SWT sangkan diaos ku sing saha anu bade ngaos Al Qur’an, sanaos mung saayat. Eta parentah kaunggel dina surat An Nahl ayat 98 : Fasidzaa qoro’tal qur’aana fasta’idz billai minasysyaithoonirojiim. Hartosna dimana anjeun rek maca Qur’an, mangka anjeun kudu nyuhunkeun panyalindungan ka ALLOH tina panggoda syetan nu dilaknat (dipecat tina rokhmat). Kalimah Taudz the aya dua rupi; Kalimah anu ka hiji , numutkeun hadits riwayat Imam Ahmad sareng Imam Turmudzi, diriwayatkeun ku Imam Abu Daud sareng Imam Nasya’I nu pihartoseunanana : Katampi ti sahabat Abu Syaid al Hudri , ti Kangjeng Nabi Muhammad SAW saestuna anjeun (kj Nabi) sapertos biasa dina sholat sok ngaos doa Iftitah, lajeng Auuzdu billahi sami’il allimi minassysyaithoo nirrojimi min hamdziyi wa nafhihi wa nafsihi, “abdi sumalindung ka gusti Allah nu maha nyandangan, maha uninga tina gogoda syetan nu la’nat (dipecat tina rokhmat), tina fitnahna, tina kagumedeanana sareng tina kakuatan sihirna.”

Beusi dina Ayat Allah

Ku Irfan Anshory

“Jeung Kami lungsurkeun beusi, dina éta téh aya kakuatan rongkah jeung rupa-rupa mangpaat pikeun manusa.”
(Al-Qur’an, Surah Al-Hadid 25)

AYEUNA urang nyawala ngeunaan logam. Duka naon kecap asli Sunda atawa Malayu pikeun nyebutkeun logam téh, boa-boa teu aya, da kecap “logam” mah dicandak ku karuhun urang tina basa Arab, lugham, nu kecap dasarna, laghama (“ngali”), sabab sakabéh logam téh meunang ngali tina jero bumi. Tah, aya hiji Surah dina Al-Qur’an nu nganggo nami logam, nyaéta Surah Al-Hadid, hartina “beusi”. Nu matak luyu pisan masigit dina kompléks Krakatau Steel di Cilegon (Banten) dingaranan Masjid Al-Hadid.
Dina Surah Al-Hadid ayat 25, Allah ngadawuh: wa anzalnaa l-hadiid. Sanajan kecap anzal téh hartina “ngalungsurkeun”, réréana jurutapsir Al-Qur’an rada hésé narjamahkeun anzal dina ieu ayat. Ari margina, nu seueur disebatkan ku Gusti nganggo kecap anzal mah biasana “cai” (anzalnaa l-maa’) atanapi “kitab” (anzalnaa l-kitaab). Tah, ayeuna beusi. Lamun ditarjamahkeun “Jeung Kami lungsurkeun beusi”, kumaha nétélakeunana beusi lungsur téh. Asa tacan mendak aya beusi ragrag ti luhur. Apan beusi téh hasil kokoréh manusa tina jero taneuh.

Friday, June 8, 2012

KRONOLOGI SEJARAH SUNDA



Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak jaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun. 

Sunda merupakan kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll.

Kronologi Sejarah Kerajaan Sunda

SEJARAH SUNDA DAN GALUH


Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh adalah dua kerajaan yang merupakan pecahan dari Kerajaan Tarumanagara. Dalam catatan perjalanan Tome Pires (1513), disebutkan bahwa dayo (dayeuh) Kerajaan Sunda terletak dua hari perjalanan dari Pelabuhan Kalapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Keterangan mengenai keberadaan kedua kerajaan ini juga terdapat pada beberapa prasasti. Prasasti di Bogor banyak bercerita tentang Kerajaan Sunda sebagai pecahan Tarumanagara, sedangkan prasasti di daerah Sukabumi bercerita tentang keadaan Kerajaan Sunda sampai dengan masa Sri Jayabupati.

Berdirinya kerajaan Sunda dan Galuh
Pembagian Tarumanagara
Tarusbawa yang berasal dari Kerajaan Sunda Sambawa menggantikan mertuanya menjadi penguasa Tarumanagara yang ke-13. Karena pamor Tarumanagara pada zamannya sudah sangat menurun, ia ingin mengembalikan keharuman jaman Purnawarman yang berkedudukan di purasaba (ibukota) Sundapura. Dalam tahun 670 M, ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Wretikandayun, pendiri Kerajaan Galuh, untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa.

Karena Putera Mahkota Galuh berjodoh dengan Parwati puteri Maharani Shima dari Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah, maka dengan dukungan Kalingga, Wretikandayun menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batas.